Kritis ! Hasil UN 2018 Trensains Hanya Tembus Peringkat IV se-Sragen
Saturday, 23 June 2018 03:46

smatrensains.com - Meski belum genap berusia 5 tahun, SMA Pesantren Sains (Trensains) mulai muncul dipermukaan. Setelah taun ini mengukir prestasi dalam ajang olimpiade sains nasional, kini sekolah yang berlokasi di Sragen Jawa Tengah itu menduduki peringkat keempat jurusan IPA se-Kabupaten Sragen.


Dari 18 sekolah peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sragen yang memiliki jurusan IPA, dan 23 sekolah secara keseluruhan, SMA Trensains menempati peringkat keempat dengan nilai rata-rata 62,9. Posisi pertama diduduki oleh SMA Negeri 1 Sragen, lalu disusul SMA Negeri 2 Sragen. “Kami bersyukur karena dari jajaran sekolah swasta, SMA Trensains meraih posisi puncak,” ujar Kepala sekolah, Mohammad Fahrurroni, Sabtu (26/5/2018).


Meski demikian, Roni mengaku masih belum puas dengan capaian tersebut. Pasalnya, masih ada nilai yang di bawah target. “Semula, kami targetkan Matematika mendapatkan rata-rata 65 tapi kami hanya mampu meraih nilai rata-rata 63,70. Termasuk nilai kimia dan biologi belum mencapai target. Ini akan menjadi catatan evaluasi untuk UN tahun depan,” tandasnya.


Senada dengan itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum Hakim Zanky juga mengungkapkan masih belum puas dengan capaian itu. Pasalnya, masih ada beberapa siswa yang mendapatkan nilai di bawah target. “Hanya saja, kami bersyukur ada siswa bernama M Tahmid Ramadhan yang berhasil meraih nilai 97,5 untuk pelajaran Matematika, merupakan yang tertinggi di Sragen. Prestasi ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.

Ditanya tentang persiapan yang dilakukan, Hakim menyatakan tidak ada persiapan khusus menjelang UN. “Kami hanya menyiapkan program jam tambahan dan pengayaan UN, sekaligus  bimbel persiapan SBMPTN. Jadi, hasil ini tidak mengejutkan,” ungkap Hakim.

Sebagaimana diketahui, SMA Trensains merupakan pesantren sains yang baru didirikan pada 2013. Lahirnya SMA bercirikan sains berbasis Al-Quran ini berawal dari ide Agus Purwanto, pakar fisika alumni Universitas Hirosima, Jepang.

Sejak diresmikan pada 5 November 2013 (1 muharram 1435 H), SMA Trensains telah menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka. Antara lain ITB dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Terkait pekerjaan rumah pasca pelaksanaan UN ini, Hakim mengatakan bahwa tugas para pendidik di SMA Trensains untuk melahirkan ilmuwan muslim, masih butuh kerja keras. “ini kritis kita harus terus berbenah, karena umur kita sudah 5 tahun. Berikutnya, kami masih harus terus mendorong para santri kami berproses menjadi ilmuwan muslim yang sesungguhnya, bukan sekadar melahirkan pekerja. Sebab, itulah gagasan besar berdirinya Trensains ini,” pungkasnya. (HZ)

QURBAN BERSAMA UNTUK SESAMA 1439 H
SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1439 H