Hari Santri Nasional: Trensains Hadirkan Interaksi Agama dan Sains di Pesantren
Saturday, 9 September 2017 13:48

SRAGEN -- Trensains merupakan Pesantren Sains Muhammadiyah dengan fokus integrasi agama dan sains. Trensains yang berlokasi di Sragen, memiliki kegiatan utama mengkaji dan meneliti ayat-ayat semesta di al-Quranul Karim dan Hadis Nabawi.

 


Ketua Kurikulum Trensains Ustad Hakim Zanky mengatakan, Trensains sintetis dari pesantren dan sekolah umum bidang sains. Trensains mengambil kekhususan kepada tiga aspek, yaitu pemahaman Alquran, sains kealaman, dan interaksi agama dan sains. "Poin terakhir yang tidak ada pada pesantren lain," kata ustaz Hakim kepada Republika, Kamis (20/10).

 


Dia mengatakan, santri-santri yang hendak menimba ilmu di Trensains setidaknya harus memiliki kemampuan dasar berbahasa, baik Inggris, dan Arab. Tidak cuma itu, calon-calon santri yang akan dipilih harus membaca Alquran, dan memiliki nalar matematika serta filsafat cukup memadai.  


"Mereka yang hendak masuk ke Trensains harus memiliki ketertarikan kepada ilmu pengetahuan alam (IPA), serta memiliki IQ setidaknya 90-100. Hal itu dimaksudkan agar proses belajar di Trensains dapat berjalan dengan baik, terutama untuk ilmu-ilmu kealaman," ujarnya.  


Perbedaan mencolok, Trensains tidak sama seperti pesantren pada umumnya yang para lulusannya adalah ulama syariah. Menurut Ustaz Hakim, Trensains ingin lahirkan ulama berspesialisasi sains alam, teknologi, dokter berbasis Alquran, kedalaman filosofis, dan keluhuran ahlak.  


Demi menunjang kurikulum yang dimiliki, Trensains memiliki program penunjang seperti Fismat Camp, English Camp dan Arabic Camp. Program ini merupakan program imunisasi perdana bagi santri Trensains dalam rangka menguatkan basic bahasa serta mengasah nalar matematika dan fisika santri.  


Penerapan pendidikan sains sendiri dimaksudkan agar lulusan-lulusan Trensains memiliki kemampuan di empat bidang seperti matematika, fisika, kimia dan biologi. Selain itu, lulusan Trensains sudah pasti harus memiliki pemahaman ilmu agama yang memadai, termasuk interaksi agama dan sains. 


Interkasi agama dan sains sendiri, merupakan pemahaman tentang al-Quran, baik sejarah mushaf dan tafsir. Sementara sains turut memberikian pemahaman masalah ketuhanan seperti materialisme ilmiah, sains lama dan sains baru, termasuk tren kajian dan jenis hubungan agama dan sains.  


Dikatakannya, pemahaman interaksi agama dan sains yang akan diberikan Trensains, terdiri dari islamisasi sains, saintifikasi Islam, dan sains Islam. Untuk dapat merealisasikan integrasi kurikulum itu, kata dia, tentu dibutuhkan pengajar dan pengasuh berkualitas dan memiliki kesamaan visi.  


Ustad Hakim menegaskan, mata pelajaran sains yang sudah diintegrasikan dengan ayat, nilai dan semangat al-Quran yang ditanamkan sejak awal ke santri dan pengajar. Dengan pengasuhan yang berlangsung 24 jam, Trensains memiliki 10 asatidz yang tinggal di asramka, dengan empat lulusan kampus Timur Tengah.  


"Makanya, gurunya pun musti guru pilihan, guru yang mengajar IPA harus menguasai spirit tauhid," ujar Ustad Hakim yang juga lulusan Universitas AL Azhar di Cairo.  


Ia menambahkan, saat ini, santri-santri yang ada di Trensains datang dari 16 provinsi yang ada di Indonesia, seperti Papua, Sulawesi, Belitung, Bengkulu, Banten dan lain-lain. 

Sumber: republika.id

INFO PSB 2018/2019
Formulir PSB 2018